Pihak Polda Sumbar memberikan keterangan mengenai kejadian penangkapan bandar narkoba jaringan internasional, Selasa (9/2/2021). (Foto: Ist.)


Hukum

Bandar Narkoba Jaringan Internasional Berhasil Ditangkap Jajaran Polda Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Sehari-hari berprofesi sebagai pedagang, seorang bandar narkoba jaringan internasional yang berkerjasama dengan jaringan Malaysia dan sindikat Cina, YA (30), berhasil ditangkap oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), baru-baru ini. Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, warga Kota Padang yang bermukim di Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur tersebut, ditangkap pada Minggu (31/2/2021) lalu, sekitar pukul 18.00 WIB.

“Modus pelaku menyimpan dan mengedarkan narkoba jenis sabu sabu untuk diedarkan di daerah Kota Padang sekitar. Tempat Kejadian Perkara (TKP) penangkapan, di pinggir jalan depan Sendik Bank BRI di Jalan Dr Moh. Hatta, Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Sedangkan TKP penemuan barang bukti (BB) adalah di dalam rumah orang tua pelaku di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang,” terang Satake, Selasa (9/2/2021), saat jumpa pers di Mapolda Sumbar.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas, disebutkan, antara laiun dua paket jenis sabu-sabu berukuran besar dan sedang yang dibungkus dengan klim plastik bening, dan dibungkus kembali dengan plastik warna hijau merek Guanyiwang,” kata Satake.


Selain itu, juga ada empat paket sabu-sabu dibungkus dengan klim plastik bening, dua paket kecil ganja dibungkus dengan kertas putih dan disimpan di dalam sebuah kotak rokok, satu unit timbangan merek HWH silver, dan satu unit HP merek Samsung warna hitam.

Dalam kesempatan jumpa pers tersebut, Dirnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Ade Rahmad Idnal juga menjelaskan, barang haram itu didapat pelaku diduga dari jaringan internasional, yang kemudian dibawanya untuk dijual lagi ke wilayah hukum Polda Sumbar.

Ade mengakui, pihaknya juga telah menangkap pengguna dan kaki tangan YA, diawali dari data yang kemudian dikembangkan dan diselidiki oleh pihaknya, sehingga didapat informasi keberadaan yang akurat.

"Didapatkan informasi keberadaan yang bersangkutan dengan barang bukti yang disamarkannya, seolah-olah pengiriman teh hijau dengan merek Guanyiwang. Di TKP kita mengamankan kurang lebih dua kilogram barang bukti,” ungkapnya.

Dengan mengamankan barang bukti tersebut, dikatakan, berarti telah terselamatkan generasi bangsa  sekitar 10.000 orang, karena jumlah dua kilogram tersebut bisa dikonsumsi oleh 10.000 orang pemakai.

Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumbar, disebutkan, masih melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait kasus ini.

Kita Peduli!

Ditambahkan, barang haram itu diduga berasal dari jaringan daerah Aceh, Medan, dan Riau, karena Sumbar termasuk jalan perlintasan sehingga sangat memungkinkan bagi barang-barang tersebut memasuki daerah Sumbar.

Ditegaskan, pelaku diancam UU nomor 35 Tentang Narkotika Tahun 2009 pasal 114 ayat 2, subsider pasal 112 ayat 2 tentang Narkotika, dengan hukuman maksimal hukuman mati.

Disebutkan juga, petugas masih terus melakukan pengawasan dan penyelidikan di pelabuhan-pelabuhan besar dalma rangka upaya untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di Sumbar.

“Kita tetap jalin koordinasi dan kerjasama dengan Polda-Polda yang berbatasan dengan pintu masuk ke wilayah Sumbar,” pungkas Ade. (006

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020