Baliho Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno yang diduga dirusak oknum tidak bertanggung jawab di Kota Pariaman. (ist)


Politik

Baliho Prabowo - Sandiaga Uno Rusak di Pariaman

PARIAMAN (SumbarFokus)

Salah satu baliho pasangan calon presiden dan wakil presiden dirusak oknum tidak bertanggung jawab di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Baliho yang rusak itu ditemukan di daerah Kecamatan Pariaman Selatan.

Kendati demikian Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pariaman Riswan mengatakan, belum mengetahui adanya salah satu baliho calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno yang rusak di daerah Kecamatan Pariaman Selatan itu.

"Kami belum menerima laporan terkait hal itu, namun yang pasti hingga saat ini baliho resmi dari KPU maupun dari partai politik serta calon legislatif belum ada dipasang," kata dia menjelaskan.


Riswan mengatakan, baliho baliho yang rusak tersebut belum bisa dikatakan sebagai alat peraga kampanye dan masih termasuk kategori alat sosialisasi calon.

Sebab kata dia, secara aturan yang bisa dikatakan alat peraga kampanye apabila dikeluarkan oleh KPU, atau dibuat oleh partai politik maupun calon legislatif setelah berkoordinasi dengan KPU sebelum dipajang.

Menanggapi kejadian itu Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pariaman Mimi Elfita meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu setempat mengedukasi masyarakat terkait aturan pemilu presiden maupun pemilu legislatiif 2019.

“Edukasi ini penting dilakukan karena belum semua masyarakat memahami hal tersebut. Kami telah meninjau ke lokasi alat sosialisasi berupa baliho yang rusak di daerah Kecamatan Pariaman Selatan, namun hingga saat ini belum diketahui sengaja dirusak atau tidak," katanya.

Mimi Elfita mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian terhadap temuan ini dan belum melaporkan hal ini kepada instansi terkait.

Dikatakannya, dalam hal ini KPU, Bawaslu dan pemerintah daerah perlu mengedukasi masyarakat terkait penyelenggaraan pemilu 2019.

“Edukasi tentang pemilu ini, selain bertujuan mencerdaskan masyarakat, uga bertujuan untuk menghindari adanya perusakan alat peraga kampanye yang bisa bermuara pada perbuatan melawan hukum,” katanya.

DPC Gerindra Pariaman juga meminta pemerintah setempat memberikan penegasan kepada para "Dubalang" atau tenaga keamanan desa untuk terus memantau segala sesuatu yang menyangkut alat peraga kampanye. Sebab, baliho tersebut dipasang secara resmi, oleh karena itu juga perlu diawasi petugas keamanan sebagai bentuk tanggung jawab.

“Kita uga mengimbau para kader partai agar selalu berkoordinasi dengan masyarakat setempat apabila memasang alat peraga kampanye dan sejenisnya,” katanya.

Sementara itu Bawaslu Pariaman bersama instansi terkait berjanji akan menertibkan alat sosialisasi calon baik berupa baliho, spanduk, umbul-umbul dan sejenisnya pada Senin (15/10/2018). (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018