Pihak Pertamina tidak hadir dalam Rapat Koordinasi yang digelar BI Sumbar, Rabu (21/11/2018). Ini disayangkan oleh banyak pihak, karena PT Pertamina dianggap punya peran strategis menjawab permasalahan terkini terkait dengan makin tingginya tingkat antrian pengisian BBM di SPBU-SPBU di Kota Padang. (Foto: Yeyen)


Ekonomi

Antrian BBM Sesak Mengular, BI Sumbar Tegaskan Bukan Karena JNT

PADANG (SumbarFokus)

Beberapa waktu belakangan, antrian pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Padang nyaris selalu sesak dan mengular. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa kegiatan Jalur Non Tunai (JNT) yang diterapkan di SPBU menjadi faktor utama penyebab seringnya melimpah antrian. Ini tegas ditampik oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) Endy Dwi Tjahjono dalam kesempatan Rapat Koordinasi KPw BI Sumbar dengan Pemerintah Kota Padang, PT Pertaminan, Ombudsman, YLKI, dan PT BRI Wilayah Padang mengenai Implementasi Jalur Non Tunai (TNT) pada SPBU di Kota Padang, Rabu (21/11).

“Kami memandang antrian yang terjadi belakangan ini di SPBU lebih disebabkan oleh terbatasnya jam operasional penjualan BBM bersubsidi, sehingga terjadi antrian pada saat SPBU membuka penjualan BBM bersubsidi,” Endy menekankan.

Menurutnya, lebih lanjut, permintaan BBM subsidi selalu meningkat saat terjadi kenaikan harga BBM non subsidi. Selain itu, antrian juga bertambah-tambah karena ada dua SPBU yang tidak beroperasi yaitu SPBU Sawahan dan SPBU By Pass. Menurut Endy, JNT hanya membutuhkan waktu hitungan detik saat pembayaran. Dengan demikian, tidak mungkin kiranya JNT menjadi penyebab terjadinya antrian panjang konsumen SPBU.


Namun, diakui Endy, mekanisme JNT masih perlu disempurnakan. Untuk itu, beberapa tindakan akan dilakukan bersama antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rapat Koordinasi ini. Tindakan tersebut seperti mendorong dilakukan proses pembayaran dan pengisian BBM yang dilakukan bersamaan, mendorong pengintegrasian mesin pengisian BBM dengan mesin tap uang elektronik, mendorong penggunaan uang elektronik dibandingkan kartu debit/kredit karena uang elektronik tidak membutuhkan PIN sehingga pemakaiannya lebih cepat, mendorong bank untuk membagikan uang elektronik secara gratis kepada masyarakat dan memperbanyak fasilitas top-up di area SPBU, dan menambah JNT secara bertahap sesuai dengan perluasan kepemilikan kartu non-tunai masyarakat.

Untuk itu, kata Endy, peserta Rapat Koordinasi akan membentuk Tim Teknis yang akan mengevaluasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara integrasi dan berkala mengenai program non-tunai. Disebutkan, penerapan transaksi non-tunai di SPBU justeru akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran. “Pembayaran non tunai juga akan mencegah terjadinya kebocoran keuangan , menghindari penggunaan uang palsu, dan menciptakan suasana lebih aman karena tidak ada uang cash di SPBU,” sebut Endy.

Rapat Koordinasi ini sendiri dihadiri oleh beberapa perwakilan, seperti perwakilan dari Pemerintah Kota Padang (Kepala Bagian Perekonomian, Edi Dharma), Ombudsman Sumbar (Kepala Kantor, Adel Wahidi), YLKI Sumbar (Ketua, Dahnil Aswad), dan BRI Padang (Kepala Bagian E-Banking, Rudi Winarto). Sayangnya, perwakilan dari PT Pertamina tidak turut hadir dalam kesempatan tersebut.

“Sayang sekali Pertamina tidak hadir. Padahal dia (red-Pertamina) yang bisa menjawab soal ketersediaan BBM subsidi dan kondisi SPBU belakangan ,” kata salah seorang peserta rapat yang berasal dari insan Pers. (003)

 

 

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      padangsumbar