Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat membuka Sosialisasi san Evaluasi KPU Tahun 2019 di Padang. (Foto: Wahyu)


Politik

Antisipasi Caleg Stres, KPU Diminta Berkoordinasi dengan RSJ

PADANG (SumbarFokus)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyampaikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) selama pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 ini. Hal tersebut untuk antisipasi penanganan bagi Calon Legislatif (Caleg) DPD, DPRD, DPR RI yang nanti gagal bertarung menjadi anggota dewan. Pasalnya, pada pascapemilu sebelumnya banyak mantan Caleg yang mengalami sakit jiwa.

Menurut Gubernur pertarungan di kancah politik kadang tidak bisa diprediksi. Tidak jarang ada Caleg yang gagal kemudian tiba-tiba stroke, sakit jantung, ataupun sakit mental.

"Mulai dari sawah, mobil, bahkan rumah terjual demi mencalon, tiba-tiba tidak terpilih, tentu banyak yang sakit mental," kata Irwan.

Stres yang dialami pascapemilu ini bisa jadi tidak terlepas dari strategi politik uang yang ternyata tidak membuahkan hasil di akhir cerita. Padahal,selain tidak dibenarkan secara hukum, kegiatan politik uang memang tidak dibolehkan secara moral. Jika Caleg yang telah menggelontorkan uang banyak ini ternyata gagal terpilih sebagai anggota dewan, ada kemungkinan muncul dampak secara mental bagi Caleg itu sendiri.

"Makanya jangan sekali-kali melakukan money politic agar bisa dipilih masyarakat, sebab masyarakat tidak bisa dibohongi. Meskipun diberikan uang, tapi belum tentu kita yang dipilih," ujar alumni Psikologi UI ini.
Menanggapi kekhawatiran adanya Caleg yang terkena serangan mental, Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Saanin Padang Surya Efitrimen berkomentar, pihaknya tidak pernah melayani secara khusus bagi pasien mantan Caleg. Pasalnya, RSJ Saanin Padang berlaku bagi semua kalangan, mulai dari tingkat bawah hingga kelas atas.
Namun, ia membenarkan bahwa pihak RSJ Saanin hanya menyiapkan prasarana. Misalnya persiapan 314 kamar rawat, yang sudah terisi sebanyak 150-an setiap harinya. Adapun rincian kamar, yakni kelas I sebanyak 25, kelas II 24, san kelas III sebanyak 25 orang.
"Kami bukan hanya melayani pasien Caleg saja, tapi masyatkat juga kami layani, dari kelas bawah hingga kelas atas lainnya," terang Surya.
Sementara Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efitrimen menyampaikan untuk lancarnya pelaksanaan Pemilu 2019 ini, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan. Ia katakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai stake holder, termasuk sosialisasi upaya pencegahan terjadinya kecurangan.
Dalam penyampaiannya, jajaran Bawaslu di Sumbar untuk Pemilu tahun 2019 ini sebanyak 16.702 orang. Bahkan ia mengaku, sejak 2018 kemarin sudah 72 kasus pelanggaran yang berhasil diselesaikan Bawaslu Sumbar. Dari jumlah kasus tersebut, 30 kasus merupakan pelanggaran pidana.
"Berbagai kegiatan untuk pengawasan Pemilu 2019 ini sudah dilakukan Bawaslu Sumbar. Bahkan data terakhir sudah 70 persen yang mendaftar sebagai calon Bawaslu," ungkapnya. (005)
 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020