Menkominfo RI Rudiantara, didamping Wagub Sumbar Nasrul Abit dan Rektor UNP Ganefri saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (11/4/2019). (Foto: Wahyu)


Pemerintahan

Akses Internet Kini Jangkau Daerah 3T di Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Pemerintah terus bergerak membangun infrastruktur telekomunikasi di seluruh pedesaan, termasuk daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang ada di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Salah satu upaya itu dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) hingga menjangkau wilayah perbatasan, yang bisa jadi tidak menarik bagi swasta untuk dikelola.

“Pembangunan akses internet di wilayah 3T telah dilakukan Pemerintah sejak tahun 2015,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Rudiantara, saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (11/4/2019).

Iklan Dalam Berita

Ia menyampaikan agar seluruh Indonesia merdeka sinyal internet, pihaknya dengan BAKTI sudah melakukan pemanfaatan base transceiver station (BTS) di kepulauan Mentawai. Hal ini dilakukan sebagai bentuk percepatan pembangunan di daerah 3T yang ada di Sumbar.

Sampai saat ini, di kepulauan Mentawai BTS sudah mencapai 183 titik lokasi, dan akses internet BAKTI mencapai 33 titik lokasi. Semua ini dilakukan agar masyarakat daerah tersebut bisa menikmati berbagai akses dan kemudahan jarak jauh.

Bahkan, ke depan untuk memastikan akses jaringan internet di daerah 3T, Kominfo RI bekerjasama dengan BAKTI akan menyewa satelit. Khusus untuk di Sumbar akan diprioritaskan di tiga kabupaten, yakni Mentawai, Pasaman, dan Solok Selatan.

“Tahun 2023 kita akan punya satelit baru. Pertengahan ini dilakukan lelangnya. Upaya ini percepatan pembangunan dalam rangka mendorong aktifitas perekonomian,” ungkap Rudiantara.

Meskipun begitu, menyadari penyediaan infrastruktur perlu diimbangi dengan penguatan literasi masyarakat dan ekosistem digital. Maka untuk itu, pihaknya perlu mendorong literasi BAKTI dengan berbagai cara.

“Misalnya lewat aplikasi belajar Bahasa Inggris Online (Bahaso), untuk siswa SMA di Sipora Kepulauan Mentawai,” ujarnya.

Dalam penuturannya, inisiasi pengembangan SDM ini telah dilakukan BAKTI sejak 2018 lalu. Hingga saat ini pesertanya sudah mencapai 2.600 siswa yang dilaksanakan di lima kabupaten dan kota.

“Di antaranya, di Bima-Nusa Tenggara Barat, Sumba Timur-Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, dan Solok Sumbar,” sebut alumni Statsitika Universitas Padjadjaran itu.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sangat mengapresiasi kehadiran Kominfo dan BAKTI di Sumbar ini. Pasalnya, ia mengakui kabupaten dan kota di Sumbar, masih ada yang membutuhkan akses internet.

“Saat ini akses internet memang sangat dibutuhkan, tapi dengan adanya internet jangan sampai membuat hoaks,” pesannya.

Sementara Rektor UNP Ganefri menyampaikan, jaringan sangat dibutuhkan bagi masyarakat luas. Apalagi untuk menghadapi kemajuan teknologi era revolusi industri 4.0, yang dituntut menambah wawasan dan keahlian.

Kemudian, di bidang pendidikan mahasiswa juga dituntut mahir menggunakan teknologi, agar bisa bersaing di dunia industri kerja. Alasannya, saat ini banyak lapangan kerja kovensional yang hilang, dan diganti dengan teknologi.

“Kita memang dituntut akrab dengan teknologi, agar bisa bersaing. Makanya sangat dibutuhkan jaringan internet yang memadai,” ujar Ganefri.

Usai kuliah umum, rombongan Menkominfo bersama BAKTI langsung melakukan pengecekan sinyal internet di Mentawai, melalui teleconference dengan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet. Terbukti, sinyal di Mentawai sudah lancar dan kuat.

Sebelumnya, Menkominfo juga sudah melakukan peresmian BTS dan akses internet yang didampingi Pemerintah Provinsi Sumbar, Rektor UNP, serta Dirut BAKTI. Pada waktu itu langsung uji coba pemanfaatan jaringan internet, yang sudah mampu menjangkau jaringan dengan mudah. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *