Suasana di Jalan Permindo, Kota Padang, berlatar Rocky Plaza Hotel Padang. (Foto: Yeyen)


Pariwisata

Akibat Wabah, Sumbar Nihil Kunjungan Wisman di April 2020

PADANG (SumbarFokus)

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), tidak ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut akibat adanya pandemi COVID-19. Di bulan sebelumnya, Maret 2020, disebutkan, masih ada kunjungan wisman sebanyak 2.495 orang. Ini dikemukakan oleh Kepala BPS Sumbar, Pitono di Padang, Selasa (2/6/2020).

Pada Januari sampai April 2020, dicatat, terdapat 10.874 wisatawan asing yang telah berkunjung ke Sumbar didominasi dari Malaysia 8.831 orang, Australia 296 orang dan China 255 orang.

Pada April 2020, jumlah penumpang angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) juga mengalami penurunan dibandingkan Februari 2020.


Pada April 2020 jumlah penumpang yang berangkat hanya 15,11 ribu orang atau turun 81,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan penumpang yang tiba 29,15 ribu orang atau turun 72,88 persen.

Sebelumnya, Akademisi Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Sari Lenggogeni menilai sektor pariwisata merupakan salah satu yang terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Butuh waktu setidaknya hingga dua tahun untuk memulihkan kembali sektor pariwisata di Tanah Air yang saat ini terpukul," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sektor pariwisata disebut amat rentan terhadap bencana alam dan krisis, saat ini yang terjadi adalah krisis bidang kesehatan yang membuat minat orang berwisata turun drastis. Mengacu kepada data yang dilansir WTO, yang merupakan badan PBB yang membidangi pariwisata, kondisi ini setara dengan penurunan turis selama tujuh tahun dari angka yang ada saat ini. Ini juga mengakibatkan sekitar 400 juta orang di seluruh dunia yang bergerak di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan.

Untuk kembali menghidupkan pariwisata, Dinas Pariwisata Sumbar juga telah menyiapkan protokol kesehatan sesuai kebijakan yang diwajibkan dalam era new normal bagi wisatawan yang akan berkunjung.

Dinas juga telah melakukan simulasi dan dokumentasikan sebagai acuan bagi wisatawan serta pelaku usaha pariwisata di Sumbar bagaimana standar protokol kesehatan yang wajib dipenuhi saat era new normal. Dalam hal ini, prosedur kesehatan mulai dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), saat di rumah makan, saat di objek wisata, hingga di penginapan telah diatur sesuai protokol COVID-19. (002)

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020