Salah satu sudut di kawasan Pantai Padang. (Foto: YEYEN)


Pariwisata

Agar Wisatawan Bisa Berdiam Lebih Lama di Sumbar, Dispar Maksimalkan 5 Kawasan Wisata

PADANG (SumbarFokus)

Lima kawasan wisata dengan daya tarik yang berbeda di Sumatera Barat (Sumbar) akan dimaksimalkan eksistensinya oleh Dinas Pariwisata Sumbar untuk membuat para wisatawan bertahan tinggal lebih lama di daerah tersebut. Lima kawasan itu adalah marine (laut), geopark (taman bumi), tradisi, peninggalan zaman kolonial, dan surfing.

"Dengan adanya lima kawasan ini, perusahaan perjalanan wisata bisa menjual paket setidaknya untuk lima hari. Itu waktu yang cukup lama untuk tinggal. Kita berharap akan makin banyak uang yang berputar," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, Sabtu (11/7/2020).

Novrial menyampaikan, pihaknya berharap ada upaya seayun selangkah antara provinsi dan kabupaten/kota serta pemangku kepentingan lain yang masuk dalam pentahelix kepariwisataan, karena untuk mewujudkan ini, perlu keseriusan semua pihak untuk fokus memaksimalkan pembangunan kawasan wisata itu agar benar-benar layak dan memiliki daya tarik bagi wisatawan. Tanpa adanya upaya yang seayun selangkah, hal itu sulit bisa terwujud.


"Karena itu kita berupaya menyamakan irama ini dengan kabupaten/kota karena kewenangan pariwisata itu memang berada di daerah. Salah satunya dengan rapat koordinasi," sebut Novrial.

Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata Sumbar Doni Hendra mengatakan, lima kawasan itu masing-masing terdiri dari beberapa kabupaten/kota.

Kawasan marine atau laut pusatnya Kota Padang kemudian Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman, kawasan geopark pusatnya Kota Bukittinggi kemudian Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat dan Kota Payakumbuh.

Lalu kawasan tradisi pusatnya Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

Kawasan peninggalan sejarah untuk daerah Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Dharmasraya. Sementara kawasan surfing adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Disebutkan, kawasan itu masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPKP) yang tertuang dalam Perda nomor 3 tahun 2014 tentang RIPKP Sumbar.

Kita Peduli!

"Kita berharap kabupaten/kota bisa fokus pembangunan pariwisata daerahnya pada pembagian kawasan itu," pungkasnya. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018