Bustanul Arifin, Kepala Bidang Bina Keuangan dan Kekayaan Nagari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam, Bustanul Arifin. (ist)



82 Nagari di Agam Tidak Bisa Merealisasikan Dana Desa

LUBUKBASUNG (SumbarFokus)

Sebanyak 82 nagari atau desa adat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), tidak bisa merealisasikan dana desa pada 2018 akibat program tidak tuntas.

Akibatnya sebanyak Rp3,56 miliar dana desa di daerah itu tidak terealisasi dan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).

Ini dikatakan Kepala Bidang Bina Keuangan dan Kekayaan Nagari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam Bustanul Arifin di Lubukbasung, Selasa (22/1/2019).


"Setiap nagari dana yang tidak terealisasi tidak begitu banyak dan hanya sekitar beberapa persen dari alokasi dana desa yang diterima," katanya.

Alokasi dana desa di daerah itu pada 2018 kata dia, sebesar Rp63,84 miliar, sementara realisasi penggunaan di nagari Rp60,28 miliar atau 94,42 persen.

”Dana tidak terealisasi Rp3,56 miliar atau 5,58 persen. Dana ini akan menjadi Silpa dan masuk ke kas nagari sehingga dana itu bisa digunakan pada 2019,” katanya.

Ia mengatakan, dana ini tidak teralisasi akibat kegiatan di nagari itu tidak tuntas, selisih anggaran dari perencanaan dan lainnya.

Dikatakannya, selain dana desa alokasi dana nagari di daerah itu juga tidak terealisasi Rp3,8 miliar, karena alokasi dana nagari pada 2018 sebesar Rp81,29 miliar dan realisasi hanya Rp77,39 miliar atau 95,20 persen.

Untuk itu dia mengimbau pemerintah nagari untuk cermat dalam penggunaan dana nagari dan alokasi dana nagari.

Ia menyebutkan, pihaknya akan melakukan pendampingan setiap saat sehingga realisasi mencapai 100 persen.

"Pendampingan ini telah kita lakukan, namun kedepan akan kita tingkatkan," kata Bustanul Arifin. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018