Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Kadisdik Sumbar Burhasman dan Kepala SMAN 10 Padang Dadang saat meninjau UNBK di Padang, Kamis (4/4/2019).


Pariwara Pemprov Sumbar

56.840 Siswa SMA se-Sumbar Ikuti UNBK

PADANG (SumbarFokus)

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) tingkat SMA se-Sumatera Barat (Sumbar) berjalan dengan baik dan lancar.

Sebanyak 306 SMA, yakni 219 SMA negeri dan 87 SMA swasta yang melaksanakan UNBK tahun ini, dengan jumlah peserta 57.840 siswa. Jumlah tersebut tersebar di 18 kabupaten dan kota daerah Sumbar. 

Pernyataan itu disampaikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, usai meninjau pelaksanaan UNBK pada hari ke-tiga di SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 10 Kota Padang, Kamis (4/3/2019). 


"Belum semua SMA bisa melaksanakan UNBK, seperti di Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Solok," kata Irwan.

Adapun alasan masih UNKP di Mentawai ini, dikarenakan di daerah tersebut, masih terbatasnya sinyal atau akses internet, dan listrik. Meskipun begitu, pelaksanaan UNKP di Mentawai ini juga berjalan dengan sukses dan lancar. 

Ia menyebutkan, persoalan ketersediaan komputer bisa disiapkan. Hanya saja, terkait adanya sinyal internet dan listrik, ia harus menyurati pihak terkait terlebih dahulu, sebab itu bukanlah wewenangnya. 

"Solusi ke depan, kita akan menyurati pihak-pihak berwenang tentang hal itu, agar setiap sekolah disiapkan komputer dan sinyal," terangnya.

Ia berharap, UNBK dan UNKP tahun ini, SMA di Sumbar bisa memberikan hasil yang terbaik. Namun apapun hasilnya nanti, akan menjadi catatan penting bagi pemerintah sebagai penilaian, serta mengambil kebijakan ke depannya.

"Bagi siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK dengan alasan yang jelas, seperti sakit, nantinya akan ada ujian susulan yang akan dilaksanakan 15 dan 16 April ini," ujar Irwan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman menambahkan, jumlah peserta UNBK SMA di Sumbar tahun ini sebanyak 56.840 orang atau 98,56 persen. Sebaliknya, jumlah peserta UNKP sebanyak 817 orang.

Ia menyebutkan, untuk tahun depan semuanya juga menggunakan komputer, hanya saja dengan pola offline. Dengan harapan, semua siswa bisa mengikuti ujian menggunakan komputer, dan bukan lagi tertulis.

"UNBK dan UNKP tahun ini selama delapan hari, yakni dari 1-8 April 2019, namun untuk UNKP sebagian besar di Mentawai dan Kabupaten Solok," pungkas Burhasman. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018