Kadis Dukcapil Sumbar Novrial. (Foto : Ist)



271.688 Penduduk Sumbar Belum Rekam KTP-El

PADANG (SumbarFokus)

Dalam menghadapi pesta demokrasi nasional pemilihan umum (Pemilu) serentak baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota) pada 17 April 2019, ternyata masih ada 271.688 penduduk Sumatera Barat (Sumbar) yang belum melakukan rekam kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Catatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sumbar Novrial, SE.,MA. Ak, kepada SumbarFokus saat dihubungi di Padang.

Ia mengatakan, dari data konsolidasi bersih Kemendagri per semester I/2018, jumlah penduduk Sumbar adalah 5.533.018, dimana 3.929.243 adalah usia di atas 17 tahun (wajib KTP).


Dari jumlah usia wajib KTP kata dia, kinerja perekaman Sumbar (31/12/2018) mencapai 3.657.555 (93,09%), sehingga jumlah penduduk yang belum rekam mencapai 271.688 (6,91%), dimana dalam skala nasional berada dalam kategori hijau karena capaian perekaman sudah di atas 90%.

Ia menjelaskan, penduduk Sumbar yang sudah memiliki fisik KTP-El berjumlah 3.555.216, atau 90,48% dari jumlah wajib KTP, sehingga diperkirakan 374.027 orang lagi yang belum dicetakkan KTP-el nya.

Saat ini berdasarkan data yang ada di Dukcapil Sumbar, daerah dengan capaian perekaman tertinggi adalah Kota Sawahlunto 99,62% disusul Kabupaten Sijunjung 99,46%, sementara daerah dengan capaian terendah adalah Kabupaten Solok Selatan 81,93% dan Kabupaten Padang Pariaman 86,91%.

Ia menyebutkan, dalam rangka menghadapi Pemilu 17 April 2019 beberapa langkah sudah diinisiasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, antara lain pelaksanaan gerakan jemput bola serentak ke lokasi-lokasi perkantoran dan sekolah pada tanggal 27/12/2018, dan ke semua rutan/lapas di Sumbar pada tanggal 17 sampai 19/1/2019.

Dikatakan, Kota Padang juga akan mengadakan pekan KTP-el pada tanggal 13 sampai 17/2/2019 serentak di 11 kecamatan, untuk memberi kesempatan pada penduduk yang belum rekam KTP-El.

Ia mengatakan, pencetakkan KTP bagi pemegang surat keterangan (suket), dalam 5 hari itu semua persyaratan disederhanakan sehingga dipastikan penduduk Kota Padang bisa mendapatkan blanko KTP dalam satu hari pelayanan.

Novrial juga mengatakan, saat pemerintah Provinsi Sumbar juga terus mendorong kabupaten/kota untuk memutakhirkan data penduduknya, karena budaya dan kebiasaan masyarakat tidak terbiasa melaporkan diri saat pindah ke luar daerah/provinsi atau sekiranya ada anggota keluarga yang meninggal.

Pemutakhiran ini kata dia, akan menghasilkan data penduduk yang lebih valid karena terdata dengan baik penduduk yang benar-benar berdomisili di suatu daerah.

"Kita optimis apa-apa yang telah diupayakan provinsi dan kabupaten/kota selama ini akan menghasilkan data penduduk yang lebih valid, dan dapat digunakan sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi dan penegakan hukum dan HAM," ujarnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018