Mereka yang terjaring dalam operasi Yustisi diberi wejangan oleh Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir, Sabtu (1/5/2021) dini hari. (Foto: HERU PRASEPTIAN)


Hukum

Operasi Yustisi di Padang, Ratusan Warga Tak Bermasker Diciduk Polisi dan Ada Pelaku Usaha Didenda

PADANG (SumbarFokus)

Sekitar 400 orang warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terjaring dalam operasi yustisi gabungan yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Kota Padang bersama instansi terkait, Jumat (30/4/2021) hingga Sabtu (1/5/2021) dini hari. Seluruhnya terjaring karena tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Kepolisian Resor Kota Padang (Kapolresta) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Imran Amir, mengatakan, warga yang kedapatan tidak mengenakan masker ketika berkumpul di luar rumah, tidak hanya orang per-orangan, pelaku usaha seperti kafe, kedai, dan lainnya juga dapat dijerat dengan hukuman kalau tidak menjalankan protokol kesehatan di tempat usahanya.

Ratusan orang yang terciduk tersebut langsung dibawa ke kantor Polresta Padang untuk diproses lebih lanjut dan kegiatan serupa juga menjaring beberapa pemilik usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan di tempat usahanya.


"Para pelanggar langsung diproses oleh Satpol-PP Padang sesuai dengan Peraturan Derah Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru," kata Imran.

Selanjutnya, Bedasarkan Peraturan Daerah (Perda), warga yang melanggar, Identitas mereka kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi daring Sistem Informasi Pelanggar Perda (Sipelada), untuk melihat apakah 400 pelanggar itu baru pertama ditindak, atau sudah kedua kali.

Ditekankan, setiap warga yang beraktivitas di luar rumah harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci serta membersihkan tangan.

Sementara, Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah (P3D) Satpol PP Padang Bambang Suprianto mengatakan bahwa para pelanggar akan diambil datanya.

Dari data Sipelada diketahui kemudian bahwa 400 pelanggar malam yang dibawa lansung ke ke kantor Polresta Padang ini baru pertama kali ditindak, sehinga hanya diberi teguran dan diambil datanya

"Jika terdapat pelanggar telah ditindak dua kali maka akan terancam sanksi denda hingga pidana dengan ancaman kurungan selama dua hari atau denda maksimal Rp.250 ribu, sesuai Perda Nomor 6 tahun 2020," ujar Imran.

Kita Peduli!

Kapolresta Padang juga mangatakan, dari kagiatan operasi Yustisi ini ada pelaku usaha yang dikenakan sanksi denda Rp500 ribu, yang lansung di bayar di tempat malam itu karena yang bersangkutan sudah terjaring dua kali melakukan pelanggaran.

"Kami ingatkan kepada pelanggar hari ini jangan sampai melakukan pelanggaran lagi, sanksi kurungan menanti, karena Kota Padang kini berstatus oranye juga harus menjadi perhatian bersama agar angka yang terinfeksi COVID-19 tidak terus bertambah, tegasnya. (012)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020